Setiap orang adalah pribadi yang unik dan berbeda satu sama lain. Tak ada satupun manusia yang persis sama di dunia ini. Perbedaan ini merupakan anugrah yang mendorong kita untuk bekerja sama. ketika kita ga bisa melakukan sesuatu, ada orang lain yang mahir tentang itu. Jika kita memiliki kelemahan, ada orang lain yang dapat menutupi kelemahan itu. begitupula sebaliknya. oleh karena itu, ada baiknya keunikan dan kepribadian kita dipertahankan seperti apa adanya. jika memang perlu polesan, maka dapat dihiasi dengan beragam akhlak, norma dan etika yang mulia. namun, merombak kepribadian lalu berusaha mengubahnya menjadi orang lain adalah hal yang sangat meletihkan.
Bersyukur dengan segala kelebihan dan kekurangan adalah langkah awal menikmati hidup. sadar bahwa suka duka slalu datang silih berganti akan membuat kita tegar. jika bukan kita yang pertama sekali menerima diri apa adanya lalu siapa lagi? kita adalah sebaik-baiknya ciptaanNya. tidak ada celah untuk mengingkari nikmat itu. meski tidak sepintar einstein, segagah hercules, secantik han ga in, di hadapan ALLAH kita semua adalah hamba terpintar, tergagah dan tercantik selama kita beriman. sekarang sudah ga zamannya menilai orang dari cover, status, title, dan topeng2 lainnya. manusia cukup dinilai dengan satu parameter saja, yaitu baikkah ia di hadapan Tuhannya. penilaian baik buruk ini mutlak di tangan ALLAH, karena hakikat kebaikan dan kebenaran berasal dariNYA.