Tiba-tiba saja, aku merasa harus mengubah sifat cuek menjadi lebih peduli. meskipun, selama ini aku merasa nyaman nyuekin semua orang. Namun, ada bisikan ke dalam kalbuku yang memerintahkan agar berubah menjadi lebih peduli. Bisikan itu seperti perkataan Ibu, menghujam ke dalam pikiran, tak terbantahkan, dan langsung menjadi bagian dari ambisi hidupku. Meskipun telah berumur 26 tahun, belum terlambat kali ya untuk berubah menjadi lebih peduli. Bisa jadi, ilham ini tercetus setelah diskusi panjang dengan adikku yang bijak (Muhammad Faberdi). Adikku mengatakan bahwa salah satu cara membahagiakan orang lain adalah dengan memberi perhatian. Jika memang sayang pada seseorang, maka berilah perhatian, karena itu adalah hal minimal yang bisa dilakukan.
Sebelumnya, aku pernah bertekad, hanya akan peduli pada orang yang peduli padaku. Jika seseorang cuek, maka aku akan bertindak seribu kali lebih cuek. Nah, itu adalah perilaku yang egois dan ingin menang sendiri. Sifat seperti ini harus segera dibumi hanguskan di lemparkan ke segitiga bermuda.
Mulai saat ini, aku tidak akan mempertimbangakn apakah orang lain peduli atau tidak peduli padaku. Jalan takdir telah mengarahkanku agar menjadi orang yang peduli dengan tulus. Yahhh, pasti bisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar